Minggu, 23 Agustus 2009

KHILAFAH TROOPER...




Edisi Ramadhan 1...


PUASA RAMADHAN

Seorang Muslim yang baik pasti akan mengharap ampunan dari Allah SWT, untuk mendapatkanya sebenarnya bukanlah perkara yang sulit, namun tidak semua orang berhasil menjangkaunya. Ini karena tidak sedikit orang yang mau dan mampu memenuhi syaratnya. Sebagai mial, tak jarang orang yang masih merasa keberatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Padahal, seperti yang disabdakan Rasulullah SWT, Allah mengampuni dosa-dosa orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena Iman dan kesadaranya.

Puasa Ramadhan sendiri sebenarnya tidak hanya menghapus dosa-dosa, tapi juga sangat bermanfaat untuk kesehatan Jasmani dan Rohani. Suatu hari pernah ada seorang laki-laki yang menderita psikosomatik sejak beberapa tahun datang pada seseorang (kita sebut saja "D"). Ia mengaku telah berobat ke beberapa dokter di dalam dan luar negeri, namun penyakitnya tak kunjung sembuh. si "D" lalu menyarankan untuk rajin shalat dan berpuasa.

Beberapa bulan kemudian dia datang lagi kepada "D" dan menyatakan telah sembuh, tidurnya nyenyak dan perasaanya juga lebih enak. Ia juga melaporkan, selalu shalat dan berpuasa, meski sebenarnya dokternya melarang ia berpuasa. Ia lalu berkata kepada si "D", "Rupanya saya sedang dalam perjalanan..". "Perjalanan ke mana?" tanya si "D", "ke Pengampunan Allah" Jawabnya riang...Ia benar-benar sembuh lantaran rajin shalat dan berpuasa.

Subhanallah...ternyata selain mendapatkan pahala, puasa juga menyehatkan...


"SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA...."

Senin, 10 Agustus 2009

MARHABAN YAA RAMADHAN...

Saat terindah itu datang...
Ingin berada di dalamnya dengan penuh ke syahduan do'a...

Pergilah keluh, ku tak mau berteman denganmu
Silakan kesah, kau bukan takdirku
Mujahidah adalah temanku...
dakwah adalah nafasku...
Allah adalah kekasihku...

Teriring pesan kecil ini, izinkanlah maaf ini engkau terima...
Hidup ini akan terasa indah jika ada maaf...

Sambut Ramadhan dengan senyuman...

Taqaballahu Minna Waminkum...

Marhaban Yaa Ramadhan...Marhaban Yaa Syahrul Mubarak...

Rabu, 05 Agustus 2009

UntuK ReMaJa...


REMAJA DAN DEMOKRASI!!!

Demokrasi yang ditanamkan kepada para remaja melalui dunia pendidikan sampai ranah publik merupakan "racun". Racun ini perlahan-lahan telah merasuki pemikiran generasi muda dan menganggap seolah-olah demokrasi "patut" diperjuangkan.

Sejatinya, demokrasi adalah tameng ideologi Kapitalis dan hanya teori semu yang merusak. Amerika mengkampanyekan demokrasi di negeri Islam dengan darah, Irak diserang atas nama Demokrasi, Afghanistan dilawan atas nama Demokrasi, Namun ternyata, Demokrasi/ kebebasan yang mereka kampanyekan justru mereka langgar, itu berarti teori dan praktek Demokrasi tidak berjalan lurus!!

Bicara tentang Demokrasi berarti bicara tentang Hak Azazi Manusia, Masih ingat Marwa El Sherbini??muslimah yang syahid dengan 18 kali tikaman di pengadilan oleh warga rasis Jerman, Beliau meninggal karena menggunakan Jilbab,menerapkan aturan Allah dan sudah pastiitu adalah hak beliau untuk menggunakan Jilbab, tapi apa yang terjadi?? Beliau syahid ditangan Kafir.

Lalu di mana letak keadilan Demokrasi?? apakah ini sistem yang kalian banggakan?? Sudah banyak fakta yang menguak kebobrokan Demokrasi. Semakin Demokrasi diterapkan, akan semakin hancur Negeri ini, akan semakin hancur Umat ini, akan semakin hancur Remaja ini, karena apa?? karena DEMOKRASI ADALAH SISTEM KUFUR!!!! Sistem yang dibuat oleh orang-orang yang ingin menghancurkan Islam, yang dibuat oleh musuh-musuh Islam, untuk apa?? untuk menjauhkan Umat Islam terutama Remaja dari Agama.

Perlu digarisbawahi, Sejatinya, Demokrasi (Hukum yang dibuat orang-orang Kafir) bertolakbelakang dengan Hukum Syara' (Hukum yang di buat Allah SWT, Pencipta kita), apa mungkin kita mengikuti aturan main orang-orang Kafir dengan menerapkan Demokrasi dan menjauhi Hukum Syara' yang mutlak datangnya dari Allah SWT, Naudzubillahimindzalik!!

Remaja sudah saatnya Cerdas, tidak tertipu dengan slogan Demokrasi DAN SUDAH SAATNYA REMAJA TINGGALKAN DEMOKRASI!!!

Selasa, 04 Agustus 2009

SebUaH ReNun9an...

Dimanakah Hati Kita Berlabuh???

Saudaraku...
Allah telah menciptakan manusia ini dengan banyak kemampuan yang ia miliki, Ia berikan banyak fasilitas yang ada pada tubuh manusia. Dengan tanganya, manusia mampu membuat sesuatu yang menakjubkan, Dengan otaknya dia mencetuskan teori-teori pengetahuan yang begitu luar biasa.

Namun, coba kita amati salah satu dari sekian kemampuan yang ada pada tubuh kita, yaitu kemampuan berfikir, melihat dan mendengar.

Saudaraku...
Dalam sebuah ayat-Nya, Allah SWT berfirman:

"katakanlah! Dia (Allah) yang telah menciptakan kalian , dan Ia jadikan bagi kalian pendengaran, pengelihatan dan hati (fikiran), (namun) Amat sedikit yang kalian syukuri." (QS. Al Mulk(67) : 23)

Allah SWT menyebut pendengaran dan pengelihatan sebelum fikiran, karena demikianlah proses berfikir manusia. Melihat, mendengar lalu berfikir. Dan melihat, mendengar serta berfikir dalam ayat ini berkaitan dengan status kita di hadapan Allah kelak, saudaraku...

Bagaimana reaksi kita tatkala melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang amat banyak di sekitar kita? atau ketika kita nendengar Ayat2Nya? Dan bagaimana reaksi kita saat Ia "cicipkan" sedikit azabNya yang berwujud musibah?

Saudaraku...
Tak salah kalau sebuah pepatah Inggris mengatakan "Heart is King" . Karena hati inilah yang menentukan segala perbuatan kita.

Bila hati seseorang itu "berlabuh" kepada Allah, ia selalu beribadah, berdzikir dan berdo'a, ia tak pernah lupakanNya, niscaya ia menjadi hati yang lembut baik dan meridhakan Pemeliharanya.

Sebaliknya, hati yang selalu bermaksiat, lalai, meremehkan, bahkan berani menentang Allah bahkan enggan mendengarkan ayat-ayat suci-Nya, maka tak ubahnya ia adalah hati yang culas, jahat, yang selalu membuat murka Penciptanya. Dan itulah hati yang "berlabuh" pada rayuan syaithan pujaanya.

Saudaraku...
Kini, sudah saatnya kita introspeksi diri, mengamati kondisi kita masing-masing.
Mungkinkah terlampau jauh dariNya?? Dimanakah hati kita "berlabuh"?? Di pelabuhan Allah-kah?? atau di pelabuhan syaithan terkutuk??

Andaikan hati kita telah lama membengkok, marilah kita benahi dan luruskan kembali! Marilah kita mohon ampunanNya, ridhaNya dan belas kasihNya!!

Saudaraku...
Tiada air mata yang lebih mulia tatkala ia menetes karena menyesali segala dosa...tatkala kita bersimpuh, bertaubat atas "kebengkokan" hati ita selama ini.

"Dan mohonlah ampun kalian kepada Allah, Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
QS Al-Muzzammil (73):20

Rabu, 22 Juli 2009

Mujahidah generasi sekarang!!!!

UMMU UMAR AL MAKIYAH

Ukhti...membaca perjuangan mujahidah di masa lalu, kadang memunculkan pertanyaan, "masih adakah seseorang seperti mereka saat ini??"
Jawabanya, masih ada dan baaaaanyaaaaak sekali....... Terutama di berbagai belahan bumi jihad, dan itu semua merupakan Sunatullah yang akan terus berkelanjutan, Diantaranya.. kisah berikut ini...

Seorang perempuan tua telah berjanji kepada Allah SWT akan membantu jihad di Afghanistan dengan seluruh yang ia miliki, termasuk mengirimkan putra tercintanya ke medan jihad.
Selama tinggal di Mekkah Ummu Umar telah beraksi, ia istiqomah menyemangati para mukminah Mekah untuk berjihad, seraya membantunya.

Atas izin Allah,ia berhasil mengirimkan makanan yang diolahnya sendiri di rumah untuk dibawa ke Afghanistan.

Subhanallah...Allahu akbar...

Tekadnya menyambangi bumi jihad semakin tak terbendung, ghirahnya terus membuncah di dada. Ia bertekad untuk menemui Mujahidah Afghan untuk membantunya . Setibanya di sana dia memaksa masuk kancah peperangan , walaupun para mujahidin melarangnya karena itu termasuk wilayah berbahaya.
Tekad dan azzamnya sudah bulat , tak ada lagi yang mampu mencegahnya. Ummu Umar bertekad untuk membunuh sendiri musuhnya dengan senjatanya.Akhirnya desakan perempuan itupun dikabulkan para mujahidin. Ummu Umar ingin segera bertemu Rabbnya. Ia mengendarai mobil bersama sang putra tercinta dan memasuki wilayah pertempuran. Ia ingin menunaikan sumpah dan menyaksikanya sendiri.
Hasratnya dikabulkan Allah. Dia berdiri di balik roket dan musuh hancur oleh ledakan bom. Ia tidak kembali hingga musuh membalas seranganya. Beberapa butir bom telah menghancurkan dadanya dan melenyapkan hatinya.

ALLAHU AKBAR...ALLAHU AKBAR...!!!

Ummu Umar telah menunaikan janjinya...

Semoga Allah mencatatnya sebagai Syuhada, Insya Allah...

Muslimah Syuhada Pertama...

Sumayyah binti Kayyath...

Muslimah Syuhada Pertama....

Ukhtifillah...membaca sejarah para Mujahidah Insya Allah akan banyak manfaatnya...
Jangan ngeri ya membacanya, jual beli dengan Allah tidak akan pernah merugi karena balasanya adalah Jannah, Jannah ukhti...

Yuk...kita ikuti kisahnya...

Sumayyah adalah orang ketujuh yang memeluk Islam, ia istri Yasir dan ibu Amar, Jika keluarga Yasir disebut , umat Islam akan langsung teringat pada keluarga kecil yang Istiqomah memegang teguh iman Islam walaupun harus mengalami penyiksaan yang keji.

Menjemput Syahid
Perjuangan Rasulullah SAW mendakwahkan Islam di kota Mekkah agar manusia menyembah Allah SWT semata dan mengingkari thogut, mendapat perlawanan yang luar biasa dari kaum Quraisy. Siapapun yang menyambut Islam pada saat itu, berarti menantang maut!
Siang itu di Kota Mekkah, kala sang mentari tepat di atas kepala, saat cahayanya sempurna membakar kulit dan padang pasir yang luas membentang, keluarga Yasir mengalami penyiksaan yang sangat memilukan, Amar bin Yasir, ayahnya dan ibunya yang sudah tua (Sumayyah) diikat kaki dan tanganya dan dihempaskan ke atas batu dan krikil panas dan selanjutnya dicambuk terus menerus dengan semena-mena.
Abu Jahal sang Eksekutor, tanpa belas kasihan sedikitpun terus melampiaskan nafsunya. Ia berharap dengan begitu akan memurtadkan keluarga Yasir. Subhanallah...keimanan telah mentajasad, sudah menghujam ke dalam hati, jangankan merintih, meyerah atau kembali kafir. Sumayyah malah menentang Abu Jahal, di tengah deraan cambuknya. Apapun siksaan yang ditimpakan dia akan memilih keimanan.
Akhirnya Abu Jahal kalah, dan tidak dapat menahan amarahnya, ia menghujamkan tombaknya hingga mengenai paha sang perempuan tua itu. Sampai menembus kehormatanya.

Sumayyah binti Khayyath telah Syahid mempertahankan Aqidahnya...

Subhanallah...ia lah syuhada pertama dalam meninggikan kalimatullah...
Sungguh indah sabda Rasul dan itu sangat menghibur hati keluarga Yasir..." Shobron alu Yaasir maw 'idukumul jannah.." ( Bersabarlah wahai keluarga Yasir, tempat yang dijanjikan padamu adalah Jannah..)


Demikianlah akhir cerita Sumayyah binti Khayyath, Muslimah Syuhada pertama, dengan iman yang kokoh dan azam yang mantap. Dia menetapkan pilihan mulia, syahid di jalanNya, agar segera bertemu dengan Rabbnya...

Ukhtifillah...mari jaga keutuhan aqidah kita, terutama di masa penuh kesamaran / subhat ini. Tantangan dan cobaan saat ini berbeda. Tidak utuhnya aqidah dapat menghancurkan amal ibadah.

Semoga kita termasuk hambaNya yang beruntung. Amin